BLORA, (blora-ekspres.com) – Sebanyak 74 peserta mengikuti tes tertulis seleksi Kakang Mbakyu Duta Wisata Kabupaten Blora 2026. Mereka bersaing menunjukkan pengetahuan, wawasan, dan kemampuan untuk memperebutkan kesempatan menjadi wajah promosi pariwisata daerah.
Tes tertulis menjadi salah satu tahapan penting untuk mengukur pengetahuan, wawasan, dan kesiapan peserta sebelum melanjutkan ke proses seleksi berikutnya. Ujian tersebut digelar di Pendopo Dinporabudpar Blora, Senin (2/11/2026).
Dalam ujian tersebut, peserta dihadapkan pada berbagai materi, mulai dari pengetahuan umum, wawasan kepariwisataan, dasar-dasar ekonomi kreatif, potensi kebudayaan lokal Blora, hingga kemampuan berbahasa Jawa dan Inggris.
Kepala Bidang Pariwisata Dinporabudpar Blora, Yeti Romdonah, mengatakan tes tertulis menjadi salah satu instrumen untuk mengukur pengetahuan dan kemampuan dasar calon duta wisata.
Dari total 74 peserta yang terdaftar, dua orang tidak dapat mengikuti ujian karena sedang menjalani perawatan medis. Keduanya dinyatakan gugur sehingga tidak dapat melanjutkan tahapan seleksi.
“Tes tertulis ini untuk mengukur pengetahuan dan wawasan peserta, terutama tentang pariwisata, kebudayaan, ekonomi kreatif, serta kemampuan bahasa. Kami ingin mendapatkan calon duta wisata yang benar-benar memiliki bekal memadai,” ujar Yeti.
Setelah tes tertulis, panitia akan menyaring 24 peserta terbaik untuk mengikuti tahapan berikutnya. Mereka akan menjalani bimbingan teknis (bimtek) sebagai pembekalan sebelum menghadapi tes wawancara.
Dari proses tersebut, panitia akan menetapkan 16 peserta terbaik sebagai finalis yang berhak tampil pada malam grand final.
Menurut Yeti, pemilihan Kakang Mbakyu bukan sekadar ajang kompetisi atau mencari figur muda yang berpenampilan menarik. Lebih dari itu, ajang tersebut menjadi upaya menyiapkan generasi muda yang memiliki pengetahuan, kemampuan komunikasi, serta kepedulian terhadap pengembangan pariwisata dan kebudayaan daerah.
Para pemenang nantinya diharapkan mampu menjalankan peran sebagai real tourism ambassador atau duta wisata yang aktif memperkenalkan destinasi, budaya, dan berbagai potensi unggulan Kabupaten Blora kepada masyarakat luas.
“Kami tidak hanya mencari sosok yang mampu menjadi representasi generasi muda Blora, tetapi juga duta wisata yang aktif mempromosikan potensi daerah. Mereka harus memiliki wawasan, kemampuan komunikasi, dan kepedulian terhadap pariwisata serta budaya lokal,” tegas Yeti.
Yeti berharap, melalui ajang tersebut, Blora dapat melahirkan duta wisata yang tidak hanya berprestasi di tingkat daerah, tetapi juga mampu membawa nama Kabupaten Blora dalam berbagai ajang promosi dan kompetisi di tingkat nasional hingga internasional.
“Kami berharap Kakang Mbakyu terpilih benar-benar menjadi mitra promosi pariwisata daerah dan mampu membawa nama Blora semakin dikenal, tidak hanya di tingkat nasional, tetapi juga internasional,” pungkas Yeti.***(Adv/Ely/Dinkominfo)











