BLORA, (blora-ekspres.com) – Karang Taruna di Kabupaten Blora didorong mengambil peran lebih besar dalam membantu masyarakat miskin mengakses bantuan sosial (bansos). Organisasi kepemudaan tersebut diharapkan menjadi Agen Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang membantu mendata dan mengusulkan warga membutuhkan agar dapat terjangkau program bantuan pemerintah.
Dorongan tersebut disampaikan Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora, Luluk Kusuma Agung Ariadi dalam kegiatan Temu Karya Karang Taruna tingkat kecamatan se-Kabupaten Blora yang digelar di Kecamatan Jiken, Minggu (01/11/2026).
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora menilai kedekatan Karang Taruna dengan masyarakat menjadi modal penting untuk memperluas jangkauan program perlindungan sosial.
“Agen Perlinsos merupakan program berbasis platform digital yang memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengusulkan bantuan social,” terang Luluk.
Melalui program tersebut, masyarakat bisa membantu keluarga, saudara, maupun tetangga yang belum terdaftar atau mengalami kesulitan mengakses pendaftaran bansos.
“Tujuannya untuk memberikan fasilitas kepada keluarga ataupun masyarakat, termasuk tetangganya yang belum terdaftar maupun yang sudah terdaftar untuk mendapatkan bantuan sosial,” ujar Luluk.
Menurut Luluk, keterlibatan Karang Taruna sangat dibutuhkan karena para anggotanya memiliki kedekatan dengan lingkungan tempat tinggal. Potensi tersebut perlu dimanfaatkan untuk membantu mengidentifikasi warga miskin yang belum tersentuh program perlindungan sosial.
Luluk berharap anggota Karang Taruna tidak hanya aktif dalam kegiatan kepemudaan, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap persoalan sosial di lingkungannya. Dengan menjadi agen Perlinsos, mereka dapat membantu masyarakat menyampaikan usulan bantuan melalui sistem yang telah disediakan pemerintah.
Selain membantu akses bansos, Karang Taruna juga diharapkan ikut menyukseskan program prioritas Presiden, di antaranya Koperasi Desa Merah Putih dan Sekolah Rakyat.
“Karang Taruna memiliki kedekatan dengan masyarakat. Saya berharap potensi ini dimanfaatkan untuk membantu mendata warga miskin yang belum tersentuh bantuan sosial. Tidak hanya aktif dalam kegiatan kepemudaan, Karang Taruna juga harus hadir membantu persoalan sosial dan ikut menyukseskan program pemerintah, seperti Koperasi Desa Merah Putih dan Sekolah Rakyat,” harap Luluk.
Luluk menilai organisasi kepemudaan dapat menjadi jembatan komunikasi antara pemerintah dan masyarakat. Karang Taruna bisa membantu menyebarluaskan informasi mengenai program pemerintah sekaligus menyerap aspirasi dan keluhan warga untuk disampaikan kepada pihak terkait.
Karena itu, penguatan peran Karang Taruna perlu dibarengi dengan sinergi bersama Kementerian Sosial (Kemensos) dan berbagai unsur pemerintahan. Kolaborasi tersebut penting agar sosialisasi dan pendampingan program perlindungan sosial dapat menjangkau masyarakat hingga tingkat desa.
“Karang Taruna bisa menjadi penghubung antara pemerintah dan masyarakat. Selain menyampaikan informasi program pemerintah, Karang Taruna juga harus aktif menyerap aspirasi dan keluhan warga. Karena itu, perlu sinergi dengan Kementerian Sosial dan seluruh unsur pemerintahan agar program perlindungan sosial bisa menjangkau masyarakat hingga pelosok desa,” tegas Luluk.
Luluk menjelaskan, keanggotaan Agen Perlinsos terbuka bagi berbagai unsur masyarakat dan instansi. Mulai dari masyarakat umum, ketua RT/RW, aparatur sipil negara (ASN), pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK), camat, kepala desa, TNI, Polri, kader PKK hingga kader Posyandu.
Saat ini, jumlah Agen Perlinsos yang terdaftar di Kabupaten Blora telah mencapai ribuan orang. Mereka berasal dari berbagai latar belakang dan diharapkan mampu memperluas jangkauan pengusulan bantuan sosial.
Berdasarkan data dashboard Perlinsos, agen tersebut terdiri atas 935 anggota Polri, 533 masyarakat umum, 385 Babinsa, 329 pegawai pemerintah daerah, 167 pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), 166 perangkat desa, 67 pendamping desa, 65 anggota TNI, serta 68 operator Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial Next Generation (SIKS-NG).
Luluk berharap semakin banyak anggota Karang Taruna bergabung menjadi Agen Perlinsos. Dengan bertambahnya keterlibatan masyarakat, warga miskin yang selama ini belum terjangkau informasi maupun akses pengusulan bansos diharapkan bisa mendapatkan pendampingan.
“Semakin banyak agen Perlinsos, semakin banyak masyarakat yang bisa terjangkau,” tutup Luluk. ***(Adv/Ely/Dinkominfo)











