Akmila Farida Damayanti, Lakukan KKN Mandiri di Tengah Pandemi

BLORA, (blora-ekspres.com) – Biasanya progam Kuliah Kerja Nyata (KKN) menjadi ajang pengabdian bagi mahasiswa. Namun tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya, kampus menerapkan menerapkan KKN Mandiri seperti yang dilakukan Akmila Farida Damayanti.

Di tengah pandemi Covid-19, Akmila Farida Damayanti mahasiswa Prodi Manajemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Diponegoro (Undip) Semarang melaksanakan penelitian dan pengabdian KKN dilakukan secara mandiri oleh mahasiswa dengan menjadi relawan tanggap Covid-19 di wilayah tempat tinggal masing-masing.

Kegiatan KKN ini dilaksanakan dalam upaya penanganan Covid-19 di daerah tempat tinggal masing-masing dan melaksanakan program KKN sesuai dengan tujuan berkelanjutan (SDG’s) berlangsung selama 45 hari terhitung sejak 5 Juli hingga 15 Agustus 2020.

Meskipun kegiatan KKN ini sangat berbeda dengan kegiatan KKN pada tahun-tahun sebelumnya tidak menyurutkan semangat Akmila untuk berpartisipasi aktif demi mencegah penyebaran virus Covid-19 dalam mengambil perannya beradaptasi kebiasaan baru (new normal).
Akmila melakukan kegiatan KKN ini di lingkungannya yang berada di Desa Jepangrejo, Kec. Blora, Kab. Blora, Jawa Tengah.

“Dalam kegiatan KKN yang diselenggarakan di tengah Pandemi Covid-19 ini, mengusung beberapa program yang berkaitan dengan Pandemi Covid-19 dan juga program yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan (SDG’s),” kata Akmila, Jum’at (07/08/2020).

Program pertama yang telah dilakukan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat di tengah pandemi yang berkaitan dengan pembangunan berkelanjutan (SDG’s) adalah dengan memberikan edukasi kepada masyarakat untuk memulai sebuah usaha penggemukan sapi siap potong.

Dalam program ini, Akmila menyusun sebuah proposal bisnis yang nantinya bisa digunakan oleh masyarakat Jepangrejo jika ingin memulai sebuah bisnis usaha penggemukan sapi siap potong.

“Gagasan ini didasari oleh beberapa masalah yang dijumpai di wilayah Blora , bahwa ternyata di Kabupaten Blora pernah menjadi sentra daging sapi terbesar di Jawa Tengah,” terangnya.

Namun  kebanyakan masyarakat Blora menganggap sapi sebagai “Rojo Koyo” atau tabungan keluarga untuk dijadikan cadangan keuangan ketika terdesak.

“Hal ini tentunya sangat disayangkan karena melihat potensi yang dimiliki oleh wilayah Blora yang sangat cocok untuk memulai usaha penggemukan sapi siap potong ini,” jelasnya.

Program kedua, lanjutnya, yang telah dijalankan adalah berkaitan dengan Pandemi Covid-19.

Dalam program ini Akmila mengusung sebuah gagasan mengenai bagaimana mengelola keuangan keluarga anti defisit di tengah pandemi.

Dengan memanfaatkan aplikasi MS.Excel Akmila membuat perhitungan sederhana tentang bagaimana mengelola keuangan anti defisit ditengah pandemi.

Selain itu , dalam program ini dirinya juga mengajarkan mengenai bagaimana mengatur skala priorotas keluarga dan juga pentingnya investasi dan penjagaan rasio utang keluarga.

Berbagai kegiatan KKN yang telah dilakukan di Desa Jepangrejo ini disambut baik oleh Kepala Desa Jepangrejo dan masyarakat sekitar.

Dalam proses sosialisasi, kata dia, masyarakat terlihat sangat antusias dan juga tertarik akan aplikasi sederhana manajemen keuangan ini.

“Dengan menggunakan aplikasi ini maka mereka dapat dengan mudah memilah dan memilih kebutuhan mana yang harus dipenuhi terlebih dahulu dan kebutuhan mana yang bisa ditunda,” tambahnya.

Sejumlah kegiatan lain yang dilaksanakan yaitu survey mata pencaharian masyarakat setempat , edukasi mencuci tangan dengan benar, kegiatan posyandu, kegiatan senam bersama ibu-ibu, penyemprotan disinfektan.

Berikutnya, kegiatan arisan ibu-ibu PKK, kegiatan belajar bersama anak-anak, sosialisai penanggulangan dan penyebaran Covid-19.

“Itu telah saya lakukan di Desa Jepangrejo dalam bingkai pengabdian kepada masyarakat sekitar,” pungkasnya.***(Red/Guh/Ely).

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.