Dindik Blora Bantah Adanya Dugaan Pungli Dupak

BLORA, (blora-ekspres.com) – Oknum Staf Koordinator Wilayah Kecamatan Bidang Pendidikan (KWKBP) Japah, Kabupaten Blora diisukan melakukan pungutan liar (Pungli) terhadap guru dan pegawai yang akan mengurus daftar pengusulan penetapan angka kredit (Dupak) tahunan di Kecamatan tersebut.

“Benar mas, ada salah seorang Staf KWKBP Japah yang menarik uang untuk mengurus Dupak tahunan. Katanya untuk transport pengiriman ke Dindik Blora. Ada buktinya kok,” kata salah seorang narasumber yang tidak mau disebutkan namanya.

Walaupun besaran pungli itu tidak seberapa nilainya, perorang sebesar Rp. 25.000. Namun, isu pungli tersebut menjadi topik perbincangan banyak orang.

Bahwa, lanjutnya, ada sejumlah guru yang keberatan, karena takut dimarahi mereka tidak berani untuk protes

“Sebetulnya, teman – teman merasa keberatan, PNS yang mengumpulkan Dupak tahunan, dimintai transpot Rp.25.000 per orang. Namun tak berani sama staf Kepegawaian,” ujarnya.

Kalau dikomplain, tambahnya, biasanya terus marah dan yang bersangkutan disuruh mengumpulkan sendiri ke Dinas Blora. Padahal itu tugas pokok Kepegawaian.

‘Termasuk kalau ada SK turun minta transpot, itu juga di utarakan kemarin,” terangnya.

Adanya isu tersebut, selaku Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blora, Hendi Purnomo membantah adanya laporan dari masyarakat terkait dugaan pungli terhadap guru dan pegawai yang akan mengurus Dupak tahunan di Kecamatan Japah tersebut.

“Tidak ada laporan mas, itu tidak benar. Dinas kami melarang keras adanya penarikan uang untuk kegiatan apapun. Kalaupun ada laporan kami sifatnya hanya pembinaan,” jelas Hendi Purnomo ketika ditemui di kantornya, Selasa (01/12/2020).

Menurutnya kalau memang ada pungli, itu adalah ranah hukum. Yang bisa memberikan sangsi, kalau sudah ranah hukum adalah pihak Kepolisian.

“Kalau Pungli itu kan ranahya hukum. Jadi pihak kepolisian yang akan memberikan sangsi,” pungkasnya.***(Red)

Mungkin Anda Menyukai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.