Scroll untuk baca artikel
Example 300x600
Example floating
Example floating
Example floating
Pendidikan

Kampung Tilawati, Dukuh Bojeng Beri Pelatihan Guru TPQ

×

Kampung Tilawati, Dukuh Bojeng Beri Pelatihan Guru TPQ

Sebarkan artikel ini

BLORA, (blora-ekspres.com) – Kampung Tilawati, Dukuh Bojeng, Desa Kodokan, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora memberikan pelatihan bagi guru taman pendidikan Al Quran (TPQ) di gedung TPQ desa setempat diikuti 30 peserta. Kegiatan dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora, Siswanto, Senin (05/09/2020).

Dalam sambutannya, Siswanto mengatakan, kegiatan dilaksanakan di 11 lokasi dengan 999 peserta dari guru TPQ di wilayah Kabupaten Blora dan 30 peserta diantaranya di sini (Bojeng, red) dengan harapan agar kegiatan pelatihan guru TPQ tersebut, dapat meningkatkan kualitas guru TPQ di Kabupaten Blora, sehingga pada saatnya mutu kualitas TPQ di daerah berjuluk Kota Sate itu dapat merata.

“Dengan semakin berkualitasnya guru TPQ di Kabupaten Blora maka kita akan melahirkan santri TPQ yang pintar cerdas dan berintegritas,” katanya.

Sementara, pengasuh TPQ Kampung Tilawati, Dukuh Bojeng, Desa Kodokan, Kecamatan Kunduran, Kabupaten Blora, Kyai Rohsikin saat dihubungi media ini mengatakan, diadakan pelatihan ini untuk membekali kemampuan peserta didik dalam membaca al-Quran dengan benar sesuai ilmu tajwid.

“Selain itu peserta didik juga diberi pelatihan bagaimana metode mengajarkan al-Quran dengan baik dan benar,” kata Rohsikin.

Diklat ini, lanjut Rohsikin, terselenggara berkat kerjasama Tilawati Education Centre (TEC) Blora dengan Pemerintah Daerah Kabupaten (Pemkab) Blora melalui Kesra Setda Kabupaten Blora.

“Dan anggaran Diklat ini berasal dari dana prokir Bapak Siswanto,” jelasnya.

Narasumber yang dihadirkan berasal dari Pusat Tilawati. Diantaranya, Ustadz Khoiri dan Ustadz Hari (Surabaya). Selain itu juga hadir narasumber lokal. Diantaranya dari Tilawati Kabupaten Blora Ustadz Rohsikin, Siti Kanasih dan Tim Majelis Daerah Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Blora.

“Untuk metode yang digunakan adalah tilawati. Pemilihan metode ini karena dianggap paling efektif dan mudah dipahami bagi siapa saja yang baru belajar membaca al-Quran,” jelasnya.

Usai membuka kegiatan, Siswanto berkesempatan meninjau gedung TPQ yang memiliki 2 lantai tersebut.***(Red/Ely)

Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *